Halaman

Selasa, 22 Oktober 2013

Masyarakat



1.        PENGERTIAN MASYARAKAT DAN KOMUNITAS
a.        Manusia sebagai Makhluk Sosial
             Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Manusia lahir, berkembang dan meninggal dunia di dalam masyarakat. Pada era modern kehidupan semakin kompleks, sehingga tidak mungkin bagi seseorang untuk hidup secara layak dan sempurna tanpa bantuan/bekerja sama dengan orang lain. Hidup bersama dan  bermasyarakat merupakan hal yang sangat penting dan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hakekat manusia.
b.    Pengertian Masyarakat
            Istilah masyarakat dalam bahasa Latin disebut socius, dalam bahasa Inggris disebut society, berasal dari kata socices yang artinya kawan. Masyarakat berasal dari akar kata Arab syaraka” artinya ikut serta, berperan serta.
Persatuan manusia yang timbul dari kodrat yang sama dapat disebut masyarakat.  Masyarakat juga dapat diartikan sebagai bentuk kesatuan kumpulan manusia. Namun tidak semua kesatuan manusia yang saling berinteraksi merupakan masyarakat, sebab  suatu masyarakat harus memiliki suatu ikatan yang khusus. Orang-orang yang mengerumuni penjual jamu, orang-orang yang menonton sepak bola, adalah bukan masyarakat tapi kerumunan (bahasa Inggrisnya, crowd).

41
 
Mac Iver mengartikan masyarakat  adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul dan berinteraksi, di dalam msyarakat terdapat nilai-nilai, norma, cara-cara dan prosedur yang mengatur kehidupan serta merupakan kebutuhan bersama anggota masyarakat. J.L. Gillin dan J.P. Gillin mengatakan bahwa masyarakat adalah kesatuan sosial yang besar dan memiliki kesamaan kebiasaan-kebiasaan tertentu, tradisi, sikap, dan rasa kebersamaan yang bersifat operatif. Selo Soemardjan berpendapat, masyarakat adalah kumpulan orang-orang hidup yang menghasilkan kebudayaan.  
Masyarakat dalam arti luas adalah bentuk pergaulan hidup sekelompok manusia yang bertempat tinggal relatif tetap di dalam suatu wilayah tertentu dengan batas-batas yang jelas, saling berinteraksi sosial serta saling mempengaruhi satu dengan lainnya, sehingga terdapat hubungan yang kuat diantara sesama anggota masyarakat dan menganut, menjunjung tinggi suatu sistem nilai dan kehidupan tertentu. Contoh masyarakat  dalam arti luas: masyarakat Indonesia, masyarakat Malaysia, masyarakat Internasional. Contoh masyarakat dalam arti sempit meliputi masyarakat desa, kota, suku, contohnya: masyarakat desa Mulyoharjo, masyarakat kota Jepara, masyarakat banjar di Bali.
            Kesimpulannya, masyarakat adalah sekelompok manusia yang bertempat tinggal tetap dengan batas-batas wilayah yang jelas, saling berinteraksi, menganut dan menjunjung tinggi sistem norma dan kebudayaan tertentu.
c.    Pengertian Komunitas
            Istilah komunitas dalam bahasa Inggris adalah community, yang berarti masyarakat setempat. Menurut Koentjaraningrat, komunitas adalah suatu kesatuan hidup manusia yang menempati suatu wilayah yang nyata dan berinteraksi secara berkesinambungan sesuai dengan suatu sistem adat istiadat dan terikat oleh suatu rasa identitas komunitas (community sentiment).
            Komunitas adalah kelompok sosial yang bertempat tinggal di lokasi tertentu, memiliki kebudayaan dan sejarah yang sama, sehingga komunitas berarti juga satuan pemikiran yang terkecil. Komunitas adalah istilah untuk menunjuk pada warga sebuah desa, sekolah, RT, RW, kota dan suku atau bangsa.
            Dalam suatu komunitas, anggota-anggota komunitas baik itu besar maupun yang kecil hidup bersama dan akan merasakan bahwa komunitasnya dapat memenuhi kebutuhan/kepentingan hidup yang utama, karena kebutuhan seseorang tidak akan dapat terpenuhi jika ia hidup sendiri maka diperlukan adanya hubungan sosial antar anggota komunitas, disamping itu dalam suatu komunitas harus terdapat perasaan diantara anggotanya bahwa mereka saling memerlukan, saling tergantung dengan tujuan, kepentingan dan kebutuhan bersama.
            Komunitas merupakan masyarakat dalam ruang lingkup yang sempit sebagai suatu pemukiman kecil penduduk yang memiliki tempat tinggal dalam suatu wilayah/lokasi tertentu dan ditandai oleh adanya interaksi sosial yang lebih besar dari anggotanya, sehingga dapat mandiri serta memiliki ikatan solidaritas dan perasaan komunitas yang kuat sebagai pengaruh kesatuan tempat tinggal sehingga antara komunitas satu berbeda dengan komunitas lainnya.
            Kesimpulannya, komunitas (masyarakat setempat) adalah bagian masyarakat yang bertempat tinggal dalam wilayah tertentu, terikat oleh rasa solidaritas yang tinggi, dan memiliki perasaan komuniti sebagai pengaruh kesatuan tempat tinggalnya.
2.   PERBEDAAN MASYARAKAT DAN KOMUNITAS
a.    Ciri-ciri Masyarakat
Masyarakat merupakan gambaran nyata kehidupan bersama manusia yang memiliki bentuk-bentuk struktural seperti kelompok sosial dan budaya, pelapisan/golongan masyarakat dan pranata/lembaga sosial yang memiliki derajat tertentu sehingga menyebabkan pola-pola perilaku dari anggota suatu masyarakat itu berbeda-beda. Adapun ciri-ciri masyarakat antara lain:
1)        Adanya interaksi antar warga masyarakat.
2)        Adanya kontinuitas/kesinambungan waktu.
3)        Adanya adat istiadat, norma, hukum, dan aturan- aturan tertentu yang mengatur pola tingkah laku warga.
4)        Adanya rasa identitas diantara para warga masyarakat.
b.    Faktor-Faktor Pendorong Manusia Hidup Bermasyarakat
1)    Dorongan biologis yang terdapat dalam naluri manusia, seperti :
a)    Hasrat untuk memenuhi kepentingan makan dan minum.
b)   Hasrat untuk membela diri.
c)    Hasrat untuk mengadakan keturunan.
2)    Faktor lainnya adalah ikatan pertalian darah, persamaan nasib, persamaan agama, persamaan cita-cita kebudayaan, dan kesadaran bahwa mereka menempati daerah yang sama.
c.   Unsur-unsur Masyarakat
      Unsur-unsur masyarakat meliputi berikut ini :
      1)  golongan sosial            3) kelompok sosial
2)  kategori  sosial             4) perkumpulan/asosiasi
d.   Komunitas
            Komunitas merupakan pengertian masyarakat dalam arti sempit, karena komunitas merupakan bagian dari suatu masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah geografis dengan batas-batas tertentu dan ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial tertentu, serta didasari oleh loyalitas dan perasaan se-komunitas (perasaan komuniti) yang kuat dari para anggotanya.
1).  Ciri-ciri komunitas
a)  Adanya kesatuan wilayah (teritorialitas) terbatas.  
      b)  Adanya kesatuan adat-istiadat
c)  Berlaku nilai-nilai kolektif.
d)  Adanya rasa identitas dan loyalitas terhadap komunitas
2)Faktor-faktor pendorong terbentuknya komunitas
       a)  Adanya ikatan lokasi (lokalitas).    d)   Adanya perasaan komunitiN KOM
       b)  Seperasaan.                                    e)   Sepenanggungan.
       c)   Saling memerlukan.
3.   PERWUJUDAN NYATA DARI SUATU KOMUNITAS
a)      Adanya berbagai kebiasaan komunitas.
Contohnya, pakaian orang desa, bentuk/mode, bahan, dan warna tidak jadi persoalan, yang terpenting fungsinya dapat melindungi panas dan dingin. Ini berbeda dengan kebiasaan orang kota.
b)     Adanya perilaku-perilaku tertentu sebagai ciri khas atau identitas dari suatu komunitas. Contohnya: gotong-royong adalah ciri khas orang desa, logat bahasa yang khas akan dapat diketahui dari mana asal seseorang.
c)      Cerita-cerita rakyat (mitos).
Contohnya: Cerita Nyi Roro Kidul masyarakat pesisir Pantai Selatan Jawa sebagai Ratu Penguasa Laut Selatan.

Definisi Tentang Komunitas

Komunitas

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak". (Wenger, 2002: 4). Menurut Crow dan Allan, Komunitas dapat terbagi menjadi 3 komponen: 1. Berdasarkan Lokasi atau Tempat Wilayah atau tempat sebuah komunitas dapat dilihat sebagai tempat dimana sekumpulan orang mempunyai sesuatu yang sama secara geografis. 2. Berdasarkan Minat

Konsep Komunitas dan Masyarakat dalam Perspektif Sosiologi


[Mahmudi Siwi - IPB - Bogor]. Komunitas merupakan suatu unit atau kesatuan sosial yang terorganisasikan dalam kelompok-kelompok dengan kepentingan bersama (communities of common interest), baik yang bersifat fungsional maupun yang mempunyai territorial. Istilah komunitas dalam batas-batas tertentu dapat menunjuk pada warga sebuah dusun (dukuh atau kampung), desa, kota, suku atau bangsa.
Dalam perspektif sosiologi komunitas dapat dibedakan dari masyarakat lebih luas (society) melalui kedalaman perhatian bersama (a community of interest) atau oleh tingkat interaksi yang tinggi (an attachment community). Para anggota komunitas mempunyai kebutuhan bersama (common needs).
Berikut perbedaan komunitas dan maasyarakat menurut beberapa ahli:
Ilmuwan
Komunitas
Masyarakat
F. Tonnies
Gemeinschaft
Gesselschaft
E. Durkhaim
Mechanic Solidarity
Organic Solidarity
Tjondronegoro
Gejala Organiasi (Sodality)
Oragnisasi
Berdasarkan pendekatan para ahli tersebut, maka komunitas dan masyarakat dapat dibedakan sebagai berikut:
Beberapa ahli Sosiologi memberikan definisi tentang kelompok sosial sebagai berikut.
a.      Goodman (Asisten Profesor Departemen Sosiologi Komparatif pada Universitas Puguet Sound)
Kelompok dapat didefinisikan sebagai dua orang atau lebih yang memiliki kesamaan identitas dan berinteraksi satu sama lain secara terstruktur untuk mencapai tujuan bersama.
b.      Merton (Profesor Sosiologi pada Universitas Columbia)
Sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan, disebut kelompok sosial.
Dalam Oxford Dictionary Sociology 2nd Edition disebutka bahwa secara umum kelompok sosial adalah sejumlah individu, dimaknai dengan kriteria keanggotaan secara formal maupun informal, yang memiliki kesadaran bersama dan dipersatukan oleh pola interaksi yang relatif stabil (a number of individuals, defined by formal or informal criteria of membership, who share a feeling of unity or are bound together in relatively stable pattern f interaction).
Robert K. Merton menyebutkan tiga kriteria suatu kelompok, yaitu:
  1. Memiliki pola interaksi,
  2. Pihak yang berinteraksi mendefinisikan dirinya sebagai anggota kelompok; dan
  3. Pihak yang berinteraksi didefinisikan oleh orang lain sebagai anggota kelompok.
2.      Tipe-Tipe Kelompok Sosial
Tipe-tipe kelompok sosial dapat dibedakan atas beberapa kriteria sebagai berikut.
a.      Berdasarkan Kepentingan dan Wilayah
Berdasarkan kesatuan wilayah tempat tinggal setiap kelompok sosial dan kepentingan yang mengikatnya, dikenal bentuk umum kelompok yang disebut komunitas (community). Ada demikian banyak definisi komunitas ditemukan dalam literatur. George Hillery Jr. pernah mengidentifikasi sejumlah besar definis, kemudian menemukan bahwa kebanyakan definisi tersebut memfokuskan makna komunitas sebagai:
1)      Persamaan tempat tinggal (the common elemens of area);
2)      Ikatan kolektif (commonities);
3)      Interaksi sosial (social interaction).
Selanjutnya, George Hiller Jr. (Profesor Sosiologi pada Universitas Virginia) merumuskan pengertian komunitas sebagai “people living within a specific area, sharing common ties, and interacting with one another” (orang-orang yang hidup dalam suatu wilayah tertentu dengan ikatan bersama dan satu dengan yang lain saling berinteraksi).
Sementara itu, Cristensson dan Robinson melihat bahwa konsep komunitas mengandung empat komponen, yaitu:
1)      Adanya sejumlah orang (people)
2)      Tempat atau teritori yang didiami bersama (place or territory)
3)      Interaksi sosial
4)      Identifikasi secara psikologis sebagai anggota (psychological identification).
Mereka kemudian merumuskan pengertian komunitas sebagai “people live within a geographically bounded area who are involved in social interaction and have one or more psychological ties with each other or with the place in which they live” (orang-orang yang bertempat tinggal di suatu daerah yang terbatas secara geografis, yang terlibat dalam interaksi sosial dan memiliki satu atau lebih ikatan psikologis satu dengan yang lain dan dengan wilayah tempat tinggalnya).
Kedua definisi di atas tampak selaras dan saling melengkapi, baik George maupun Cristensson dan Robinson menunjukkan bahwa komunitas mengandung makna adanya sejumlah orangg di suatu wilayah yang terbatas satu dengan lain saling berinteraksi dan memiliki ikatan (sosial, psikologi) bersama, baik antarsesamanya maupun dengan wilayah teritorinya. Hal demikian juga senada dengan pendapat Soerjono Soekanto yang mengatakan bahwa komunitas menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (geografis) dengan batas-batas tertentu. Faktor utama yang menjadi dasar adalah interaksi yang lebih besar di antara anggotanya, dibanding dengan penduduk di luar batas wilayahnya. Konsep komunitas digunakan juga untuk menunjuk kepada suatu unit atau kesatuan sosial yang terorganisasikan dalam kelompok-kelompok dengan kepentingan bersama (communities of common interest), tidak saja yang mempunyai teritorial, tetapi juga yang bersifat fungsional.
Secara umum, komunitas berbentuk seperti berikut.
1)      Suku
Menurut Koentjaraningrat (ahli Antropologi Universitas Indonesia), konsep yang tercakup dalam istilah suku bangsa ialah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesatuan atau persamaan bahasa. Dalam suatu negara biasanya terdapat berbagai kelompok etnik yang berbeda.
Bila hendak mendefinisikan suku bangsa sebagai sebuah katagori atau golongan sosial askriptif (bawaan lahir), suku bangsa adalah sebuah pengorganisasian sosial mengenai jati diri yang bersifat askriftif. Bersifat askriftif artinya anggota suku bangsa mengaku sebagai anggota suatu suku bangsa karena dilahirkan oleh orang tua dari suku bangsa tertentu atau dilahirkan di dan berasal dari suatu daerah tertentu.
2)      Desa
Desa adalah sebuah komunitas yang kehidupannya masih didominasi oleh banyak adat istiadat lama. Sebagian besar aspek kehidupan komunitas ini didasarkan pada cara-cara atau kebiasaan-kebiasaan lama yang diwarisi dari nenek moyang. Kehidupan mereka relatif belum dipengaruhi oleh perubahan dari luar lingkungan sosialnya.
Karakter komunitasnya ini, antara lain sebagai berikut
  1. Besarnya peranan kelompok primer, dalam hal ini peranan keluarga atau hubungan darah sangat dominan dalam menjalani kehidupan yang homogen.
  2. Bersifat homogen, karena desa didirikan beberapa keluarga dan satu keturunan, desa menghasilkan sebuah kelompok yang homogen.
  3. Solidaritas kuat, interaksi sosial bersifat intim.
  4. Organisasi sosial pada pokoknya didasarkan atas adat istiadat yang terbentuk menurut tradisi.
  5. Kepercayaan kuat terhadap kekuatan-kekuatan gaib yang mempengaruhi kehidupan manusia, tetapi dapat dikuasai olehnya.
  6. Tidak ada lembaga-lembaga khusus untuk memberi pendidikan dalam bidang teknologi. Keterampilan diwariskan oleh orang tua kepada anak berdasarkan pengalaman.
  7. Hukum yang berlaku umumnya tidak tertulis, tidak kompleks, tetapi pokok-pokoknya tetap diketahui dan dipahami oleh anggota komunitas.
  8. Ekonominya sebagian besar meliputi produksi untuk konsumsi terbatas, sedangkan pemanfaatan uang sebagai alat tukar dan pengukur harga perannya relatif kecil.
  9. Kegiatan ekonomi dan sosial yang memerlukan kerja sama dilakukan secara tradisional dengan gotong-royong.
3)      Kota
Kota adalah suatu komunitas yang identik dengan laju modernisasi dan perubahan yang sangat pesat dalam segala aspeknya. Sebagai komunitas, kota memiliki karakteristik sebagai berikut.
a)      Peranan sosial yang tinggi.
b)      Mobilitas sosial yang tinggi.
c)      Hidupnya tergantung pada spesialisasinya.
d)     Bersifat heterogen.
e)      Hubungan antara anggota yang satu dengan lainnya lebih didasarkan oleh kepentingan.
f)       Lebih banyak mengubah lingkungan.
g)      Berpandangan lebih materialistis.
h)      Pusat kompetisi semua kelompok.
b.      Berdasarkan Sikap Anggota dan Organisasi Sosial
1)      Kelas sosial
Kelas sosial adalah pembagian warga masyarakat ke dalam kelompok-kelompok yang menempati lapisan sosial tertentu karena faktor kekayaan, kekuasaan, keturunan, ataupun kehormatan.
2)      Kerumunan
Secara umum, kerumunan dapat dimaknai sebagai kelompok yang bersifat sementara karena terkait oleh kepentingan sesaat dan tidak terorganisasi.
3)      Publik
Berbeda dengan kerumunan, publik lebih merupakan kelompok yang bukan merupakan kesatuan. Interaksi terjadi secara tidak langsung melalui alat-alat komunitas, misalnya surat kabar, radio, televisi, dan film. Alat-alat penghubung semacam ini lebih memungkinkan satu publik mempunyai pengikut-pengikut yang lebih luas dan lebih besar.